Palang Jalan Wem Tehupeiory, Tuntut Janji Perbaikan Jalan

Ambon,Malukuinterprize— Pemuda kawasan Air Besar (Arbes), Kota Ambon, melakukan aksi pemalangan Jalan Wem Tehupeiory, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 09.05 WIT. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap Pemerintah Kota Ambon yang dinilai belum merealisasikan janji perbaikan jalan yang telah disampaikan sejak 2024.

Pemalangan dilakukan di sekitar lokasi pembuangan sampah Arbes. Kondisi jalan yang rusak dan tak kunjung diperbaiki dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat. Warga mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kota Ambon dalam menangani persoalan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat setempat.

Kekecewaan warga semakin memuncak karena persoalan tersebut disebut telah berlangsung sejak 2024. Artinya, masyarakat telah menunggu kurang lebih dua tahun, namun hingga kini belum melihat realisasi perbaikan jalan sebagaimana yang dijanjikan. Kondisi ini dinilai menunjukkan adanya kesenjangan antara janji pemerintah dengan kenyataan pembangunan di lapangan.

Pemerintah Kota Ambon pun dinilai tidak boleh hanya memberikan janji tanpa kepastian waktu pelaksanaan. Jika memang perbaikan jalan telah direncanakan, pemerintah perlu menjelaskan kepada masyarakat mengenai status pekerjaan, anggaran yang disiapkan, serta kapan proyek tersebut akan mulai dikerjakan.

Aksi pemalangan juga berdampak terhadap aktivitas pelayanan publik. Berdasarkan laporan di lapangan, satu unit mobil pengangkut sampah masih tertahan di dalam lokasi akibat akses jalan yang dipalang. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur tidak hanya menyangkut kenyamanan warga, tetapi juga dapat menghambat pelayanan kebersihan di kawasan tersebut.

Pemkot Ambon seharusnya melihat aksi ini sebagai peringatan serius dari masyarakat. Pemerintah tidak seharusnya menunggu warga melakukan aksi protes terlebih dahulu baru memberikan perhatian terhadap persoalan yang telah lama disampaikan. Kehadiran pemerintah justru dibutuhkan sebelum persoalan berkembang menjadi konflik atau mengganggu aktivitas masyarakat secara lebih luas.

Masyarakat juga berhak mendapatkan informasi yang transparan mengenai alasan belum terealisasinya perbaikan Jalan Wem Tehupeiory. Apabila terdapat kendala anggaran, perencanaan, administrasi, maupun persoalan teknis, pemerintah harus menjelaskannya secara terbuka agar masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian.

Pemuda Arbes diharapkan dapat membuka ruang komunikasi dengan Pemerintah Kota Ambon untuk mencari penyelesaian terbaik. Namun di sisi lain, Pemkot Ambon juga harus menunjukkan itikad nyata dengan turun langsung melihat kondisi jalan dan memberikan kepastian mengenai langkah perbaikannya.

Rakyat tidak membutuhkan janji yang terus diulang. Rakyat membutuhkan bukti dan pekerjaan nyata. Janji perbaikan jalan sejak 2024 harus segera dijawab dengan tindakan konkret, bukan kembali dengan janji baru.

Aksi pemalangan Jalan Wem Tehupeiory menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Ambon untuk mengevaluasi kembali respons terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat. Jangan sampai persoalan jalan rusak yang telah berlangsung bertahun-tahun terus menjadi bukti bahwa pembangunan belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat di tingkat bawah.

Pemkot Ambon harus segera turun tangan, berdialog dengan pemuda dan masyarakat Arbes, serta memberikan kepastian mengenai waktu dan mekanisme perbaikan Jalan Wem Tehupeiory. Sebab, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tidak dibangun melalui janji, tetapi melalui keberanian untuk menepati dan menyelesaikan apa yang telah dijanjikan.(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *