Sentuhan Kemanusiaan, Orantata Group dan LSM Beta Puang Salurkan 5.000 Liter Air Bersih ke Pulau Ay

Banda, Malukuinterprize— Krisis air bersih yang melanda Pulau Ay, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, mengundang kepedulian berbagai elemen masyarakat untuk membantu warga yang terdampak keterbatasan air.

Orantata Group bersama LSM Beta Puang yang berkedudukan di Kota Ambon turut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut dengan menyalurkan kurang lebih 5.000 liter air bersih kepada masyarakat Pulau Ay.

Aksi kemanusiaan ini terlaksana melalui kerja sama para donatur, relawan Komunitas Kaki Baminya, serta masyarakat Desa Walling Spanciby yang bersama-sama terlibat sejak proses pengumpulan hingga pendistribusian bantuan.

Koordinator Orantata Group dan LSM Beta Puang, Rusandi Asdi, mengatakan pendistribusian bantuan air bersih ke Pulau Ay telah dilakukan sejak Sabtu, 29 Agustus 2026.

Menurut Rusandi, gerakan kemanusiaan tersebut lahir dari kepedulian bersama untuk membantu masyarakat Pulau Ay yang tengah menghadapi keterbatasan air bersih akibat kondisi kekeringan.

“Ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kita bersama. Ketika saudara-saudara kita di Pulau Ay mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, kita merasa terpanggil untuk membantu semampu yang kita bisa,” ujar Rusandi saat dikonfirmasi, Senin, 31 Agustus 2026.

Dalam proses pendistribusian, masyarakat dan relawan secara bersama-sama mengisi air bersih ke dalam plastik serta jeriken dengan berbagai ukuran. Selanjutnya, bantuan tersebut diangkut menggunakan dua armada laut menuju Pulau Ay untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat.

Distribusi bantuan dilakukan selama dua hari dengan melibatkan masyarakat dan para relawan.

Rusandi menyebutkan, total air bersih yang berhasil diangkut dan disalurkan kepada masyarakat Pulau Ay mencapai kurang lebih 5.000 liter.

“Kurang lebih 5.000 liter air bersih yang kita angkut ke Pulau Ay menggunakan dua armada laut. Prosesnya dilakukan bersama-sama, mulai dari pengisian, pengangkutan sampai distribusi kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur, relawan, komunitas, serta masyarakat yang telah mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut.

Menurutnya, persoalan krisis air bersih di wilayah kepulauan membutuhkan kepedulian dan kolaborasi dari berbagai pihak. Kondisi geografis kepulauan membuat proses penyaluran bantuan membutuhkan dukungan transportasi laut serta kerja sama yang kuat dari masyarakat.

“Kami berharap gerakan ini bisa menjadi pemicu bagi kita semua untuk terus peduli. Semoga ke depan semakin banyak pihak yang ikut membantu, sehingga kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan bisa sedikit demi sedikit terpenuhi,” harap Rusandi.

Warga Pulau Ay Bersyukur

Bantuan air bersih tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Pulau Ay. Warga mengaku bersyukur karena bantuan yang diberikan sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi keterbatasan air bersih.

Salah satu warga Pulau Ay, Dodi Rahim, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat.

“Sebagai masyarakat, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan air bersih ini. Air sangat kami butuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi dalam kondisi seperti sekarang. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” kata Dodi.

Ia juga mengapresiasi kepedulian masyarakat Banda, para donatur, relawan, komunitas, serta organisasi yang telah bersama-sama membantu masyarakat Pulau Ay.

Menurut Dodi, bantuan air bersih tersebut tidak hanya membantu meringankan kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi bukti kuatnya rasa persaudaraan dan solidaritas antarmasyarakat di wilayah Kepulauan Banda.

“Kami berharap bantuan seperti ini bisa terus berlanjut selama kondisi kekeringan masih terjadi. Mudah-mudahan semakin banyak pihak yang peduli kepada masyarakat di pulau-pulau yang mengalami kesulitan air,” ujarnya.

Aksi kemanusiaan yang dilakukan Orantata Group dan LSM Beta Puang bersama para donatur, relawan dan masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan solidaritas masih terus hidup.

Di tengah keterbatasan yang dihadapi masyarakat Pulau Ay, bantuan 5.000 liter air bersih tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus menjadi pemantik bagi berbagai pihak untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap krisis air bersih di wilayah kepulauan.(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *