DPW ALIANSI GIBRAN SUMSEL SOROTI KRISIS AIR BERSIH DI TANJUNG ENIM, DESAK PDAM DAN PEMDA BERIKAN SOLUSI NYATA

Muara Enim Sumsel, Malukuinterprize— Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) ALIANSI GIBRAN (Gigih Berdaulat Nusantara) Sumatera Selatan, Adrian Pratama, menyoroti persoalan krisis air bersih yang dilaporkan terjadi di wilayah Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus tersedia untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

Aliansi Gibran menyampaikan keprihatinan atas kesulitan masyarakat dalam memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, mulai dari mandi, memasak, mencuci, hingga menjaga kebersihan lingkungan. Ketidakpastian pasokan air bersih dinilai dapat menambah beban masyarakat apabila tidak segera ditangani secara serius oleh pihak yang berwenang.

Melalui pernyataan resminya, Aliansi Gibran menegaskan bahwa akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapatkan perhatian dan penanganan nyata dari pemerintah daerah bersama penyelenggara layanan air minum.

Menurut Aliansi Gibran, masyarakat tidak seharusnya terus-menerus dihadapkan pada ketidakpastian dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Karena itu, diperlukan langkah konkret, terukur, dan berkelanjutan untuk mengatasi persoalan tersebut, bukan sekadar penjelasan tanpa kepastian penyelesaian.

Menanggapi kondisi tersebut, DPW ALIANSI GIBRAN Sumatera Selatan mendesak PDAM Cabang Tanjung Enim dan Pemerintah Kabupaten Muara Enim agar segera mengambil langkah nyata melalui empat tuntutan utama.

Pertama, kepastian jadwal distribusi air bersih. PDAM diminta memberikan informasi yang jelas mengenai jadwal pendistribusian air kepada masyarakat. Kepastian tersebut diperlukan agar warga dapat mengatur kebutuhan rumah tangga dan tidak terus-menerus mengalami kesulitan akibat ketidakpastian aliran air.

Kedua, perbaikan infrastruktur jaringan air. PDAM bersama pemerintah daerah diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jaringan distribusi dan sarana pendukung penyediaan air minum. Apabila terdapat kerusakan atau kendala teknis, perbaikan harus segera dilakukan sesuai dengan tingkat urgensi dan kebutuhan masyarakat.

Ketiga, penyediaan bantuan air bersih melalui mobil tangki. Untuk wilayah yang mengalami gangguan pasokan paling parah, pemerintah daerah dan PDAM diminta menyiapkan distribusi air bersih darurat. Langkah ini penting sebagai solusi sementara agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar selama proses perbaikan berlangsung.

Keempat, keterbukaan informasi kepada masyarakat. PDAM dan pemerintah daerah diminta menyampaikan penjelasan secara transparan mengenai penyebab gangguan pasokan air, langkah penanganan yang sedang dilakukan, serta target waktu pemulihan layanan. Informasi yang jelas akan membantu mencegah kesimpangsiuran dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

Aliansi Gibran menilai bahwa penanganan krisis air bersih harus menjadi perhatian bersama karena dampaknya berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah daerah dan penyelenggara layanan air minum diharapkan tidak hanya merespons keluhan warga, tetapi juga memastikan adanya tindakan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.

DPW ALIANSI GIBRAN Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan kepentingan masyarakat dan mengawal penyelesaian persoalan tersebut. Pengawasan akan diarahkan pada upaya mendorong hadirnya pelayanan publik yang lebih baik, transparan, dan bertanggung jawab.

Aliansi Gibran berharap PDAM Cabang Tanjung Enim dan Pemerintah Kabupaten Muara Enim segera memberikan penjelasan resmi serta menyampaikan langkah konkret untuk mengatasi persoalan pasokan air bersih.

Bagi masyarakat, air bersih bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan pokok yang menyangkut kehidupan sehari-hari. Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan tindakan nyata, kepastian pelayanan, dan tanggung jawab dari pihak terkait. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *