
PIRU, Malukuinterprize— Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mulai memanaskan mesin organisasi setelah jajaran pengurus masa bakti 2026–2031 menggelar rapat perdana di Kota Piru, Rabu (19/8/2026). Rapat tersebut menjadi langkah awal kepengurusan baru untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus mempersiapkan struktur partai menghadapi berbagai agenda politik dan tahapan Pemilu.
Rapat perdana yang dipimpin Ketua DPC PKB SBB, Fajli Tara, berlangsung pukul 15.00 WIT di Kantor DPC PKB SBB, Jalan Waimeteng Pantai, Kota Piru. Pertemuan tersebut diikuti jajaran pengurus DPC dan menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah serta memperjelas arah kerja organisasi selama masa bakti 2026–2031.
Dalam rapat tersebut, pengurus membahas sejumlah agenda strategis, terutama upgrading dan pemantapan personalia kepengurusan. Pemantapan tersebut dipandang penting agar setiap pengurus tidak sekadar tercantum dalam struktur organisasi, tetapi memahami tugas, fungsi dan tanggung jawabnya dalam menjalankan roda partai.
Agenda berikutnya menyangkut penyiapan dan pelaksanaan program partai dalam menghadapi tahapan Pemilu. DPC PKB SBB mulai mendorong kesiapan organisasi sejak dini dengan memastikan program dan agenda partai dapat dipersiapkan secara terarah serta dilaksanakan sesuai dengan kebijakan dan instruksi organisasi.
Selain itu, konsolidasi dan koordinasi struktur partai menjadi salah satu perhatian utama. DPC PKB SBB akan memperkuat hubungan kerja dan koordinasi antara DPC, DPAC dan DPRT sesuai dengan perintah DPP PKB. Konsolidasi berjenjang tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk memastikan kebijakan partai dapat diterjemahkan secara efektif hingga ke tingkat struktur paling bawah.
Ketua DPC PKB SBB, Fajli Tara, menegaskan bahwa kepengurusan baru harus memiliki semangat kerja dan soliditas organisasi. Menurutnya, masa bakti 2026–2031 tidak boleh hanya menjadi periode administratif, tetapi harus diisi dengan kerja nyata untuk memperkuat struktur dan membangun kepercayaan masyarakat.
Fajli Tara juga menekankan bahwa kesiapan menghadapi tahapan Pemilu harus dilakukan sejak awal. Karena itu, konsolidasi organisasi menjadi prioritas agar seluruh jajaran partai memiliki arah dan target kerja yang sama.
“Tidak boleh ada struktur yang hanya berjalan di atas kertas. Semua pengurus harus memahami tugasnya dan bergerak sesuai tanggung jawab masing-masing,” tegas Fajli Tara.
Ia menyatakan bahwa penguatan struktur DPC, DPAC hingga DPRT akan menjadi bagian penting dari agenda kepengurusan. Dengan konsolidasi yang berjalan secara berjenjang, PKB SBB diharapkan mampu membangun organisasi yang lebih solid, disiplin dan responsif terhadap dinamika politik serta aspirasi masyarakat.
Rapat perdana tersebut sekaligus menjadi tanda dimulainya fase baru bagi DPC PKB SBB di bawah kepemimpinan Fajli Tara. Setelah struktur kepengurusan diperkuat, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh jajaran mampu menerjemahkan program dan instruksi partai menjadi kerja organisasi yang nyata.
Dengan demikian, pemanasan mesin politik PKB SBB untuk masa bakti 2026–2031 telah dimulai. Konsolidasi internal menjadi langkah pertama, sementara kekuatan organisasi akan diuji melalui kemampuan seluruh jajaran dalam bekerja dan membangun basis partai hingga tingkat bawah. (Redaksi)
