ALIANSI GIBRAN MALUKU DORONG DIALOG TERBUKA, CARI SOLUSI POLEMIK WAITOMU

Ambon,Malukuinterprize – Ketua DPW Aliansi Gibran Maluku, Marsel Maspaitella, S.H., mengajak Pangdam XV/Pattimura membuka ruang temu publik untuk menjelaskan secara utuh tujuan pembangunan di kawasan Waitomu, Kota Ambon, sekaligus mendorong penyelesaian polemik yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurut Marsel, dialog terbuka bukan dimaksudkan untuk memperpanjang perdebatan atau mempertentangkan pendapat antara pihak yang menerima dan menolak pembangunan. Sebaliknya, forum tersebut diharapkan menjadi jalan untuk memberikan kejelasan, meluruskan kesalahpahaman, dan mencari solusi bersama berdasarkan fakta serta ketentuan yang berlaku.

“Katong (Aliansi Gibran) menghargai niat baik Kodam XV/Pattimura apabila pembangunan tersebut ditujukan untuk kepentingan masyarakat. Namun, niat baik itu perlu disampaikan secara utuh agar masyarakat memahami tujuan dan manfaatnya. Karena itu, katong mengajak Bapak Pangdam membuka ruang temu publik, bukan untuk memperpanjang perdebatan, melainkan untuk memberikan penjelasan dan mencari penyelesaian,” ujar Marsel.

Ia menilai perang opini di media sosial antara kelompok yang menerima dan menolak pembangunan justru berpotensi memperkeruh suasana serta memperbesar sentimen masyarakat Kota Ambon. Jika tidak diimbangi penjelasan yang memadai, informasi yang belum lengkap dapat berkembang menjadi spekulasi dan bola liar yang semakin menjauhkan masyarakat dari substansi persoalan.

“Katong (Aliansi Gibran) seng ingin persoalan Waitomu terus menjadi bahan perdebatan tanpa ujung. Yang dibutuhkan masyarakat bukan pertentangan baru, melainkan penjelasan yang jelas dan langkah penyelesaian yang konkret. Jangan sampai kurangnya komunikasi membuat masyarakat salah memahami maksud pembangunan yang sebenarnya,” tegasnya.

Marsel berharap temu publik dapat melibatkan Kodam XV/Pattimura, Balai Wilayah Sungai Maluku, pemerintah daerah, insan pers, tokoh masyarakat, serta pihak terkait lainnya agar persoalan pembangunan, termasuk aspek teknis dan perizinan, dapat dijelaskan sesuai kewenangan masing-masing.

“Tujuan katong harus sama, yakni mencari jalan keluar yang baik bagi semua pihak. Katong ingin niat baik dikomunikasikan secara terbuka, persoalan dijelaskan berdasarkan fakta, dan setiap hal yang masih perlu diselesaikan ditindaklanjuti sesuai aturan. Dengan begitu, seng ada lagi ruang bagi spekulasi yang berkepanjangan di tengah masyarakat,” tambah Marsel.

Ia menegaskan bahwa Aliansi Gibran Maluku mendorong penyelesaian polemik Waitomu melalui komunikasi yang sehat, keterbukaan informasi, dan penghormatan terhadap ketentuan hukum. Menurutnya, keberhasilan dialog bukan diukur dari siapa yang menang dalam perdebatan, melainkan dari sejauh mana masyarakat memperoleh kejelasan dan para pihak menemukan solusi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Beta mengajak Bapak Pangdam XV/Pattimura untuk bersama-sama mengakhiri polemik ini melalui dialog yang terbuka dan berorientasi pada solusi. Jangan biarkan perbedaan opini semakin memperkeruh keadaan. Mari katong utamakan penjelasan, kepastian, dan kepentingan masyarakat Kota Ambon,” tutup Marsel Maspaitella, S.H. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *