Doa dan Perjuangan Selama 11 Tahun, Gereja GPM Getsemani Piru Resmi Menjadi Rumah Pelayanan Umat

 

Piru,Malukuinterprize— Setelah melalui perjalanan panjang penuh doa, perjuangan dan pengorbanan selama kurang lebih 11 tahun, Gedung Gereja Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Getsemani akhirnya resmi ditahbiskan dan menjadi rumah pelayanan bagi umat.

Peresmian dan penahbisan Gedung Gereja Jemaat GPM Getsemani berlangsung di Kompleks Aster, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, Minggu (30/8/2026).

Acara tersebut dihadiri dan diresmikan oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, bersama Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, Pdt. S. I. Sapulette, M.Si., Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, unsur pemerintah daerah, tokoh agama, serta jemaat dan masyarakat.

Prosesi peresmian dan penahbisan diawali dengan laporan panitia pembangunan Gedung Gereja GPM Getsemani. Selanjutnya dilakukan penandatanganan prasasti sebagai tanda resmi berdirinya gedung gereja tersebut.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kunci gedung gereja dari Ketua MPH Sinode GPM kepada Ketua MPK Seram Barat, yang selanjutnya diteruskan kepada Ketua Majelis Jemaat GPM Getsemani.

Ketua Sinode GPM, Pdt. S. I. Sapulette, M.Si., dalam sambutannya mengingatkan seluruh jemaat bahwa kemegahan bangunan fisik gereja harus berjalan seiring dengan pembangunan kehidupan mental dan spiritual umat.

Menurutnya, gereja yang megah tidak hanya diukur dari bentuk dan keindahan bangunannya, tetapi juga dari kualitas iman, karakter serta kehidupan pelayanan umat Tuhan di dalamnya.

“Harus ada keseimbangan antara pembinaan mental dan spiritual dengan kemegahan bangunan fisik gereja yang baru ditahbiskan, sehingga keduanya dapat berjalan seiring,” demikian pesan yang disampaikan dalam momentum penahbisan tersebut.

Hal senada juga disampaikan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto. Ia menegaskan bahwa gereja bukan semata-mata bangunan fisik, melainkan rumah doa, tempat persekutuan, pendidikan iman serta pusat kegiatan sosial bagi masyarakat.

Pangdam memberikan apresiasi kepada Jemaat GPM Getsemani yang selama ini aktif membangun kebersamaan dan menjadi mitra TNI dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk kerja bakti dan menjaga kebersihan lingkungan bersama Babinsa Koramil Piru.

Menurut Pangdam, semangat tersebut sejalan dengan nilai Kodam XV/Pattimura, “Saka Mese Nusa, Satu Hati Membangun Negeri.”

Ia berharap Gedung Gereja GPM Getsemani dapat terus menjadi tempat pembinaan generasi muda dan menjadi perekat persatuan serta persaudaraan masyarakat di Desa Piru.

Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan gedung gereja yang telah melalui perjalanan panjang selama 11 tahun.

Pembangunan Gereja GPM Getsemani diketahui dimulai pada 5 Agustus 2015 dan akhirnya dapat diselesaikan hingga ditahbiskan pada 30 Agustus 2026.

Perjalanan panjang tersebut, menurut Gubernur, menjadi bukti bahwa doa, kesabaran, kebersamaan dan keteguhan iman akan selalu menghasilkan sesuatu yang baik ketika umat tetap percaya dan tidak menyerah.

Gubernur juga menekankan bahwa Gereja GPM Getsemani berdiri di atas tanah milik TNI Angkatan Darat. Hal tersebut menjadi bukti nyata adanya sinergi, toleransi dan persatuan anak bangsa yang terus terpelihara tanpa membeda-bedakan latar belakang maupun kelompok.

Lebih lanjut, Gubernur mengangkat makna nama Getsemani sebagai sebuah pelajaran iman bagi seluruh umat Kristiani.

Menurutnya, Getsemani mengajarkan tentang iman yang tidak hanya berdoa, tetapi juga berani berjuang dan tetap percaya kepada Tuhan meskipun menghadapi berbagai tantangan dan ujian.

“Getsemani mengajarkan kita tentang iman yang berdoa dan berjuang, tetap percaya meski berat, serta tidak menyerah dalam menghadapi ujian,” demikian pesan Gubernur.

Dengan semangat “Par Maluku Pung Bae”, Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan dan kebersamaan di Bumi Saka Mese Nusa.

Ia berharap, semakin indah dan megah Gedung Gereja GPM Getsemani yang berdiri di Kompleks Aster, semakin erat pula persekutuan umat serta persaudaraan seluruh masyarakat di Desa Piru.

Penahbisan Gereja GPM Getsemani menjadi bukti bahwa perjalanan pelayanan membutuhkan kesabaran dan keteguhan. Sebelas tahun perjalanan pembangunan kini menjadi sebuah kesaksian iman, bahwa doa dan perjuangan yang dilakukan secara bersama-sama dapat melahirkan berkat bagi generasi hari ini dan generasi yang akan datang.

Kini, Gereja GPM Getsemani Piru tidak hanya berdiri sebagai sebuah bangunan, tetapi diharapkan menjadi rumah doa, pusat pelayanan, tempat pembinaan iman serta ruang persekutuan yang terus menghadirkan kasih Kristus bagi umat dan masyarakat. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *