API BAKAR SALEMAN SEBULAN LEBIH, WARGA BERTARUNG SENDIRI PADAMKAN KARHUTLA

Malteng, Malukuintprize- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih melanda kawasan hutan di Negeri Saleman, Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah. Kobaran api dilaporkan telah berlangsung lebih dari satu bulan dan menghanguskan puluhan hektare kawasan hutan serta dusun atau lahan perkebunan milik warga.

Di tengah kondisi tersebut, warga setempat terpaksa berjibaku memadamkan api secara manual. Dengan peralatan seadanya, masyarakat bergotong royong mendatangi sejumlah titik kebakaran untuk menghalau kobaran api agar tidak semakin meluas.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena sebagian wilayah yang terbakar merupakan kawasan yang selama ini dimanfaatkan warga untuk berbagai aktivitas perkebunan. Jika api terus meluas, masyarakat khawatir lahan produktif dan sumber penghidupan warga di sekitar lokasi ikut terdampak.

Salah seorang warga, Susan, saat dikonfirmasi pada Kamis (8/10/2026), mengaku prihatin dengan kondisi kebakaran yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi.

“Katong seng bisa diam lia api masih menyala begini. Su satu bulan lebih, katong masyarakat masih berusaha padam deng alat seadanya. Katong takut kalau api tambah besar, bisa maso sampe kebun-kebun warga,” ujar Susan.

Menurut Susan, warga selama ini terus bergotong royong mendatangi lokasi kebakaran untuk memadamkan titik-titik api yang kembali muncul.

“Katong datang sama-sama, bawa apa yang ada. Ada yang pake parang, ada yang pake alat seadanya untuk tahan api. Tapi medan susah, panas parah, jadi seng gampang. Kadang katong kira su padam, ternyata bara masih ada di dalam, lalu api menyala lai,” katanya.

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera turun tangan membantu masyarakat yang selama ini berupaya menangani kebakaran dengan kemampuan terbatas.

“Katong minta pemerintah dong bantu. Ini bukan baru satu dua hari, su satu bulan lebih. Kalau seng ada bantuan alat deng orang untuk bantu padam, katong takut api bisa tambah luas,” ujar Susan.

Menurutnya, kebakaran tersebut bukan hanya mengancam kawasan hutan, tetapi juga lahan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Yang katong takut itu kebun warga. Kalau api sampe maso kebun, masyarakat yang rugi. Jadi katong harap ada perhatian serius, jangan sampe tunggu api su besar baru datang tangani,” tegasnya.

Kondisi semakin sulit karena cuaca panas dan kering membuat vegetasi di kawasan tersebut mudah terbakar. Bara yang masih tersimpan di dalam lahan yang telah terbakar juga berpotensi kembali memunculkan titik api.

Warga menilai penanganan Karhutla membutuhkan dukungan lebih serius dari pemerintah dan pihak terkait, terutama dalam penyediaan peralatan pemadaman serta pengerahan personel untuk membantu masyarakat.

Kekhawatiran warga semakin besar karena kebakaran telah berlangsung lebih dari satu bulan. Apabila tidak segera dikendalikan, luas wilayah yang terdampak dikhawatirkan terus bertambah dan api dapat merembet ke kawasan perkebunan lainnya.

Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk membantu proses pemadaman sekaligus melakukan pemantauan terhadap titik-titik rawan kebakaran.

Selain itu, warga berharap hujan segera turun sehingga dapat membantu memadamkan bara yang masih tersisa dan mengurangi risiko munculnya titik api baru.

Dengan kondisi kawasan yang semakin kering, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan hutan dan perkebunan.

Karhutla yang berlangsung lebih dari satu bulan tersebut kini bukan hanya persoalan kebakaran hutan, tetapi juga menyangkut keselamatan lahan perkebunan dan sumber penghidupan masyarakat Negeri Saleman.(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *