ALIANSI GIBRAN BERSUARA! GAJI GURU DIUSULKAN SETARA DPRD

Jakarta, Malukuintprize– Ketua Umum Aliansi Gibran (Gigih Berdaulat Nusantara), Reyhan Restuansyah, mendorong reformasi pendidikan nasional melalui pembenahan sistem pendidikan, pembaruan kurikulum, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik. Salah satu gagasan yang disorot adalah usulan agar gaji guru ditingkatkan hingga setara dengan penghasilan anggota DPRD kabupaten/kota.

Gagasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari dorongan untuk memperbaiki sistem pendidikan Indonesia agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman dan mampu menjawab tantangan generasi muda di tengah persaingan global.

Menurut Reyhan, reformasi pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada perubahan kurikulum, tetapi juga perlu menyentuh berbagai aspek mendasar, mulai dari struktur jenjang pendidikan, sistem pembelajaran, hingga kesejahteraan guru sebagai tenaga pendidik yang berperan penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia.

ALIANSI GIBRAN DORONG DUA SISTEM KURIKULUM

Selain menyoroti kesejahteraan guru, Reyhan mengusulkan agar sistem pendidikan Indonesia memberikan ruang bagi dua pendekatan kurikulum, yakni kurikulum nasional dan kurikulum internasional.

Menurutnya, kedua pendekatan tersebut dapat dikaji untuk memberikan pilihan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan pendidikan global.

Ia menilai pembaruan kurikulum perlu dilakukan secara terarah agar sistem pendidikan nasional tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu membekali peserta didik dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Gagasan tersebut, menurut Aliansi Gibran, perlu menjadi bahan kajian bersama agar kebijakan pendidikan dapat terus berkembang tanpa mengabaikan karakter, kebutuhan, dan kepentingan nasional.

PENYETARAAN IJAZAH LUAR NEGERI JUGA DISOROT

Persoalan penyetaraan pendidikan bagi warga negara Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri juga menjadi perhatian Reyhan.

Ia mendorong agar mekanisme penyetaraan ijazah dan kualifikasi pendidikan dari luar negeri dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan kepastian bagi para lulusan ketika kembali ke Indonesia.

“Tujuannya agar generasi muda Indonesia yang berpendidikan di luar negeri tidak kesulitan terhadap penyetaraan pendidikan Indonesia,” ujar Reyhan.

Menurutnya, mobilitas pendidikan antarnegara yang semakin terbuka perlu diimbangi dengan sistem administrasi dan pengakuan kualifikasi yang memudahkan masyarakat, tanpa mengabaikan standar mutu pendidikan yang berlaku di Indonesia.

Dengan demikian, warga negara Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri diharapkan dapat memanfaatkan kompetensi yang diperoleh untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional.

GAJI GURU DIUSULKAN SETARA PENGHASILAN ANGGOTA DPRD

Salah satu poin yang menjadi perhatian dalam gagasan reformasi pendidikan tersebut adalah peningkatan kesejahteraan guru.

Reyhan mengusulkan agar penghasilan guru ditingkatkan hingga setara dengan penghasilan anggota DPRD kabupaten/kota. Usulan ini menjadi bagian dari pandangannya bahwa pembenahan pendidikan harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kondisi ekonomi tenaga pendidik.

Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, kesejahteraan mereka perlu menjadi salah satu prioritas dalam pembahasan kebijakan pendidikan nasional.

Aliansi Gibran berpandangan bahwa kualitas pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kualitas tenaga pendidik serta dukungan yang diberikan kepada mereka dalam menjalankan tugas.

Meski demikian, usulan penyetaraan penghasilan tersebut perlu dikaji dengan mempertimbangkan status kepegawaian guru, kemampuan anggaran negara dan daerah, serta mekanisme penggajian yang berlaku.

Pembahasan lebih lanjut juga diperlukan untuk menentukan skema yang tepat agar peningkatan kesejahteraan guru dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau tenaga pendidik sesuai ketentuan yang berlaku.

REFORMASI PENDIDIKAN PERLU MENJADI AGENDA BERSAMA

Reyhan menegaskan bahwa berbagai gagasan tersebut merupakan bagian dari dorongan untuk memperbaiki sistem pendidikan Indonesia secara menyeluruh, mulai dari kurikulum, penyetaraan pendidikan luar negeri, hingga peningkatan kesejahteraan guru.

“Tujuannya memperbaiki sistem pendidikan Indonesia, memperbaiki sistem kurikulum, serta meningkatkan kesejahteraan guru,” kata Reyhan.

Aliansi Gibran berharap gagasan reformasi pendidikan tersebut dapat menjadi bahan pembahasan bagi para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pembuat kebijakan, dan pihak-pihak yang berkecimpung dalam dunia pendidikan.

Dengan pembenahan yang terarah dan berkelanjutan, sistem pendidikan Indonesia diharapkan semakin adaptif terhadap perubahan, memberikan kesempatan belajar yang lebih luas, serta mampu mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan nasional maupun internasional. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *